Fanfiction-I Love You.. (part2) [Language: Indonesia]


Cast:
Park So Ryie as Ryie
Cho Kyuhyun as Kyuhyun
Lee Jin Ki as Jin Ki
Park Jungsoo as Leeteuk

author: dhedingdong

 

**sebelumnya**

Tiba-tiba ku lihat sebuah mawar putih tepat berada di depanku. Sepertinya benda itu muncul dari belakang tubuhku.

‘So Ryie-ah! Jangan berhalusinasi! Sebaiknya kau pulang! Mungkin ini adalah efek samping dari permainan roller coaster yang memuakkan itu!’ kataku dalam hati.

Ku putuskan untuk membalik badanku..

Aku diam terpaku tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Aku hanya dapat membelalakkan mataku sambil menunjuk seseorang itu.

“Oppa~! Mengapa kau di sini? Dimana Kyuhyun Oppa??”

Next—>

 

 

 

So Ryie P.O.V

 

Aku masih bertanya-tanya, apa-apaan ini??

Apa yang harus kulakukan sekarang? Berlari meninggalkannya? Memeluknya? Atau hanya berdiam diri seperti patung?

“Kyuhyun sedang ada urusan, ia telah pergi 10 menit yang lalu” namja itu mulai membuka suaranya .

“Lalu mengapa kau ada di sini?” tanyaku lagi.

“Bukankah sudah ku beritahu sebelumnya? Bahwa aku telah mengajakmu ke taman hiburan hari ini~! Kau tidak ingat?” jawabnya sambil mengacak-acak poniku.

Aku menundukkan kepalaku. Tak tahu apalagi yang harus terucap dari bibirku.

“antarkan aku pulang sekarang~! Aku ingin pulang!” kataku lesu.

“Sebenarnya apa yang telah di pikirkan oleh kedua namja itu? Apakah mereka hanya ingin mempermainkanku? Apakah mereka telah bersekongkol sebelumnya? Atau jangan-jangan ini hanya kebetulan semata?? Sungguh keterlaluan!!” batinku.

Namun tanpa di sangka tubuhku telah di peluk seseorang itu. Ya, kami berdua berpelukan di tengah keramaian taman hiburan. Ntahlah, harus ku sembunyikan di mana wajahku ini?? ==’a Aku berusaha untuk tak memperhatikan orang-orang di sekelilingku. Namun aku tetap merasa risih dengan ini semua.

“Oppa-ah!! Kau gila?? Apa yang kau lakukan padaku??” tanyaku sambil berusaha melepaskan pelukannya.

Namun lagi-lagi ia semakin mempererat pelukannya, seakan tak mau lepas dariku.

“Aku sadar bahwa kau telah menolakku untuk menjadi namja-chingumu, namun rasa cintaku padamu tak akan pernah pudar! Aku akan setia menunggumu untuk menjadi yeoja-chinguku, walaupun aku tahu bahwa kau tak akan pernah menerimaku! Tolonglah, ijinkan aku untuk mengeluarkan segala perasaanku padamu sekali lagi..” katanya lagi sambil perlahan melepaskan pelukannya.

Tak terasa air mataku mulai menetes.

“Jin Ki Oppa, mianhae! Aku tak bermaksud untuk menyakiti perasaanmu! Keputusanku ini untuk kebaikan kita bersama!” jawabku sembari menyeka air mata.

Jin Ki pun menggeleng dengan tersenyum.

“gwenchana” jawabnya.

Kulihat sirat wajahnya yang begitu kecewa.

Aku tak tega melihatnya begitu bersedih.

Kutarik nafasku panjang-panjang sembari menutup mataku.

“Oppa, aku mau menjadi yeoja-chingumu!!” kataku pelan.

“mwo? Apa yang kau katakan So Ryie-ah?” Tanya Jin Ki sambil menatap mataku dalam-dalam serta memegang kedua bahuku dengan sangat erat.

Akupun mendekatkan mulut ke arah telinga kanan Jin Ki.

“Aku mau menjadi yeoja-chingumu” bisikku pelan.

Kuberikan senyuman terindah kepada Jin Ki, walaupun aku yakin itu terlihat sangat dipaksakan. Aku akan berusaha mencintai Jin Ki, meskipun aku yakin bahwa sangatlah tidak mudah untuk di lakukan. Aku harus melupakan perasaan tidak wajarku ini pada Kyuhyun!

“gomawo” jawab Jin Ki sambil mengecup keningku.

Aku hanya berusaha untuk memejamkan kedua mataku, namun tiba-tiba kurasakan bulir-bulir air mata telah menetes di pipi. Entah mengapa, perasaanku sungguh campur aduk. Aku senang dapat menjadi yeoja-chingu Jin Ki, namun hatiku juga terasa sangat pilu.

“chagiya? Mengapa menangis?” tanya Jin Ki sambil mengusap air mataku yang sejak tadi mengalir.

“anniyo, aku hanya merasa senang”, aku menggeleng sambil berusaha mengusapkan kedua tanganku ke arah pelupuk mata.

Entah apa yang sedang aku pikirkan, tiba-tiba ku peluk tubuh Jin Ki dengan sangat erat.

“Aku harus melupakan semua perasaan yang telah menggangguku selama ini! Aku harus mengawali kisah cinta in bersama Jin Ki!” kataku dalam hati.

“Oppa, saranghaeyo~!” bisikku kea rah telinga Jin Ki sambil menahan isak tangis.

“nado, chagiya~!”

Ku rasakan belaian tangan Jin Ki kea rah rambutku. Aku hanya diam seribu bahasa, ku biarkan air mataku ini mengalir di pelukan Jin Ki.

 

 

Kyuhyun P.O.V


Aku bersembunyi di balik kerumunan orang yang sedang menikmati wahana taman hiburan. Aku hanya dapat menatap dari jauh, mereka berdua yang tengah berpelukan mesra. Entahlah, hatiku terasa sangat sakit saat melihatnya.

Kuputuskan untuk segera meninggalkan Jin Ki dan So Ryie di taman hiburan ini. Aku juga tak tahu arah mana yang harus ku tuju setelah meninggalkan mereka.

 

Aku berjalan gontai menuju tempat mobilku berada. Sesekali bayangan So Ryie dan Jin Ki bermesraan kembali menghiasi pikiranku. Aku yakin bahwa So Ryie akan aman bersama Jin Ki. Ya! Aku percaya sepenuhnya kepada Jin Ki, ia akan selalu setia menjaga dan melindungi So Ryie. Lalu, apa yang aku khawatirkan terhadap mereka berdua? Toh mereka sekarang sudah menginjak dewasa, aku yakin mereka akan dapat menjaga dirinya masing-masing.

Saat aku hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba saja kurasakan pukulan yang sangat keras di punggungku. Aku berusaha untuk menahan rasa sakitnya, dan secara perlahan mambalik tubuhku yang terasa sangat berat.

Ku lihat beberapa namja serta ahjussi telah siap menghadangku. Aku juga tak merasa memiliki salah kepada mereka.

“kau penyelamat yeoja beberapa bulan yang lalu di taman kota, bukan?” tanya salah satu ahjussi itu.

“ne itu dongsaengku, kau siapa? Mengapa tiba-tiba memukulku?” tanyaku sambil memegangi punggungku yang mungkin telah mati rasa karena sakit yang luar biasa.

“habisi saja dia!!” teriak salah seorang namja yang membawa sebuah balok kayu.

Tanpa basa-basi lagi aku mencoba untuk menghadapi mereka satu per satu. Meskipun aku yakin, bahwa tak mudah untuk mengalahkannya~!! Mereka berjumlah 7 orang, sedangkan aku sendiri di sini!

Ya~! Telah tersisa 3 orang! Dan mungkin mereka yang terkuat dari gerombolan tersebut.

Ku tarik nafas panjang, dan sesegera mungkin kutendangkan kakiku kearah salah satu perut ahjussi tersebut.

Namun ternyata prediksiku salah. Sebelum kakiku tepat menyentuh perutnya, tiba-tiba saja seorang namja melemparkan balok kayunya tepat di kaki kananku.

Akupun tak bisa menangkisnya. Hingga akhirnya aku tak kuat untuk menopang tubuhku. Ku biarkan tubuh ini jatuh ke tanah, namun sebelum tubuh ini mendarat di tanah tiba-tiba saja ku rasakan pukulan yang sangat keras pada bagian belakang kepalaku. Ya! Mungkin saja itu adalah pukulan dari sepatu boot yang di kenakan oleh salah seorang dari mereka.

Hingga akhirnya aku jatuh tersungkur di tanah dengan keadaan tak berdaya. Pandanganku terasa begitu kabur dan kepalaku terasa sangat pusing dan berat. Aku berusaha untuk memegang kepalaku, namun kulihat darah segar telah bercucuran.

Serangan bertubi-tubi masih belum berhenti. Mereka memfokuskan tendangan dan hajaran ke arah wajah dan perutku. Aku tak dapat membalasnya lagi, hingga akhirnya mereka puas telah menghabisiku dan meninggalkan tempat ini.

 

 

So Ryie P.O.V

 

Setelah menangis dipelukan Jin Ki, perasaanku sungguh tak nyaman. Aku meminta Jin Ki untuk segera mengantar pulang. Ntahlah, mengapa yang hanya ada di pikiranku saat ini adalah Kyuhyun? Apa yang terjadi dengannya?

Saat berjalan menuju mobil Jin Ki, ku lihat seorang namja tergeletak tepat depan di dimana mobil Kyuhyun tadi terparkir.

“Siapa namja itu? Sepertinya aku tak asing lagi dengan namja itu, apakah ia Kyuhyun? Ah, kata Jin Ki ia telah pulang terlebih dahulu” kataku dalam hati.

Namun rasa penasaranku ini telah mengalahkan semuanya. Aku berusaha untuk mendekat lagi, agar terlihat lebih jelas.

Saat aku melihatnya, mataku terasa sangat panas. Tanganku pun terasa begitu dingin, jantung berdetak sangat cepat. Oh Tuhan, apakah ini mimpi??

Kepala, hidung dan mulutnya mengeluarkan banyak darah!

Secepat mungkin aku menghampirinya. Ku letakkan kepala Kyuhyun di pangkuanku. Aku menangis sejadi-jadinya..

Kulihat Kyuhyun berusaha tersenyum ketika melihatku yang tengah menangis. Ia mencoba untuk mengusap air mataku yang mengalir.

“Oppa, gwenchana?” tanyaku sambil terisak-isak.

Ia hanya mengangguk.

 

Ntah mengapa wajah kami berdua semakin lama semakin mendekat. Hingga akhirnya kurasakan sentuhan lembut di bibirku. Kulihat Kyuhyun menciumku dengan menutup matanya.Ya! Ia menciumku dengan mulut penuh darah segar. Namun aku hanya diam saja. Lagi-lagi mataku mengeluarkan air mata, ntah apa yang aku rasakan sekarang. Mungkinkah aku berciuman dengan kakak kandungku sendiri??

Dan saat itu aku baru menyadari, bahwa Jin Ki tengah berdiri tepat di belakangku. Namun tak terlihat reaksinya, saat melihat kejadian ini.

Lalu kulepaskan bibirku perlahan, dan sepertinya Kyuhyun tetap diam menutup matanya.

“Oppa?” ku coba untuk memanggilnya.

Namun tetap tak ada reaksi. Ku goyang-goyangkan tubuhnya, namun ia tetap menutup matanya. Aku mencoba menepuk pelan pipinya, ia tetap diam saja.

Ku coba untuk membalik badanku, dan kulihat Jin Ki sedang menatapku dengan tatapan kosong. Ia terlihat sangat terpukul dengan kejadian tadi.

“chagiya, apa yang kau lakukan tadi?? apakah kau tak sadar, bahwa Kyuhyun adalah saudara kandungmu?” tanya Jin Ki dengan raut muka yang sangat shock.

aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Aku ingin sekali menjawab kata-kata Jin Ki, namun tak ada kalimat yang bisa terucap dari bibirku.

Kulihat Jin Ki menyodorkan selembar sapu tangan yang aku hadiahkan padanya saat ia berulang tahun beberapa bulan yang lalu.

“bersihkan mulutmu yang penuh dengan darah, setelah itu bawa Hyung ke rumah sakit!” kata Jin Ki datar.

hatiku sungguh terasa sakit melihat perilaku Jin Ki sekarang. Akankah ia memutuskan hubungan ini di saat hari pertama kami jadian?

Tanpa berpikir panjang ku ambil sapu tangan yang di berikan Jin Ki, dan berusaha segera membersihkan mulutku yang berlumuran darah.

Secepat mungkin kuambil ponsel yang ada di tas, dan menelepon ambulance untuk menjemput Kyuhyun yang sudah tak berdaya.

 

* * *

 

Sudah satu minggu ini, Kyuhyun belum sadarkan diri. Apakah mungkin ia tak akan pernah sadar lagi?? Apakah mungkin ia akan meninggalkanku selamanya??

dan satu minggu juga, bayang-bayang kejadian itu masih mengganggu pikiranku. Mengapa tiba-tiba ia mencium bibirku?? Apakah ia memiliki perasaan yang sama denganku? atau itu semua hanya kebetulan semata??

Ku tatap dalam-dalam wajah Kyuhyun yang lemah, dan penuh memar.

Terkadang ku bisikkan kalimat-kalimat penyemangat untuknya.

dan itu akan ku lakukan saat ini.

Ku dekatkan bibirku ke arah telinga kirinya,,

“Oppa semangat ya! Oppa pasti bisa sembuh! So Ryie akan selalu berdoa demi kesembuhan Oppa~!”

Memang dengan sengaja ku rahasiakan semua ini dari Teukie Oppa, aku tak mau membuatnya cemas. Seminggu ini ia pergi ke luar kota, dan akan pulang 3 hari mendatang. Aku tak mau mengganggu kesibukannya, toh itu semua demi menghidupiku dan Kyuhyun.

Bagaimana Appa dan Umma? ia belum sempat menjenguk Kyuhyun, karena mereka sibuk hanya mengejar materi dan materi.

dengan sabar aku dan Jin Ki merawat Kyuhyun hingga saat ini. Semenjak kejadian itu, Jin Ki terlalu banyak diam. Ia hanya berbicara jika perlu. Namun perhatiannya padaku dan Kyuhyun tak pernah menghilang.

Ntahlah, sampai kapan ini semua akan berlangsung……

–TBC–

*FF ini terinspirasi sama novel populer di Indonesia. Tapi jalan ceritanya murni dari otak saya!! :D :D dimohon commentnya ya!! m(_ _)m mian kalau jelek, n ga sesuai sama yang di harapkan^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers