author: dhedingdong
Cast: Park So Ryie as So Ryie
Cho Kyuhyun as Kyuhyun
Lee Jin Ki as Jin Ki
Park Jung Soo as Leeteuk
Park So Ryie P.O.V
Saat aku memandang wajahnya, menatap matanya, melihat senyumnya.. jantungku berdegup sangat kencang. Apa yang terjadi pada diriku?? Entahlah, aku juga tak mengerti. Tak tahu mengapa, hal ini kerap terjadi selama 3 bulan terakhir. Ya, hal tak wajar yang dirasakan seorang gadis pada kakak lelakinya.
Mungkin semua orang menganggapku tidak waras. Ya, aku juga menganggap bahwa diriku tidak waras. Bagaimana mungkin aku menyukai dia lebih dari sekedar kakak kandungku? Tidak mungkin!
–flash back–
3 bulan yang lalu..
“annyeong noona!”
Kulihat beberapa namja dengan penampilan cukup menyeramkan mengahampiriku.
Aku terdiam seribu bahasa. Aku hanya dapat memandangi mereka dengan perasaan ketakutan. Aku berusaha untuk menjauh dari mereka, namun kakiku terasa berat untuk di gerakkan. Aku ingin teriak untuk meminta tolong, namun tak ada kata-kata yang dapat keluar dari mulutku. Aku ingin melawan mereka, namun aku disini sendiri.
“Jin Ki, Leeteuk Oppa, Kyuhyun Oppa,, tolong aku.. aku takuuuuutt~!!” kataku dalam hati.
Aku melihat namja-namja itu semakin mendekatiku. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku berusaha untuk menutup kedua mataku erat-erat. Sekuat mungkin ku tahan tangisku. Aku sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi kemudian.
Namun tiba-tiba, kurasakan kehangatan pada tubuhku. Aku merasakan ada seseorang yang memeluk erat tubuhku. Dengan sedikit keberanian, kubuka mataku secara perlahan. Sebelum aku benar-benar membuka kedua mataku, tiba-tiba tangan kananku di tarik untuk menjauh dari para namja yang menggangguku.
Setengah sadar dan tidak sadar, aku hanya menurut untuk berlari menjauh dari mereka. Setelah sampai di tempat yang lebih aman, aku baru menyadari bahwa seseorang yang memelukku tadi adalah Kyuhyun.
“Dongsaeng, gwencahanayo?” tanya Kyuhyun mengkhawatirkanku.
Aku hanya menggeleng.
“Gomawo oppa” kataku pelan.
“Tak seharusnya kau berjalan di sini sendirian, apalagi malam seperti sekarang ini!!” kata Kyuhyun sembari mengacak-acak rambutku.
Aku masih diam sambil menundukkan kepala. Aku masih panik dengan kejadian yang menimpaku baru saja. Aku masih belum dapat kembali berfikir dengan jernih.
“Sebaiknya kita pulang, kau terlihat sangat pucat dongsaeng” kata Kyuhyun sambil menempelkan tangan kanannya di dahiku.
“ne” aku mengangguk lesu.
“cepatlah kemari, naiklah ke punggungku” Kyuhyun berjongkok tepat di depanku.
Karena otakku tidak bekerja secara maksimal, tanpa basa-basi aku menuruti kata-kata Kyuhyun.
“hahaha.. ternyata kau berat juga dongsaeng!” kata Kyuhyun dengan nafas sedikit tersengal-sengal.
“Oppa, kau mengejekku?” tanyaku sambil mengerucutkan mulut serta memukul pelan bahu Oppaku.
“hahahahaha.. Mianhae dongsaeng, aku hanya bercanda!!”
–flashback end–
Kyuhyun adalah salah seorang kakak lelakiku. Umurnya terpaut 3 tahun lebih tua dariku. Ia telah terdaftar menjadi salah seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu universitas ternama di Korea. Aku juga mempunyai seorang kakak lelaki, ia adalah Jungsoo atau biasa kupanggil Leeteuk. Ia jarang sekali berada di rumah. Karena ia sangat sibuk dengan pekerjaannya di dunia penyiaran radio. Ia akan pulang jika aku sudah terlelap tidur, dan ia akan terbangun jika aku telah berangkat ke tempat di mana aku menuntut ilmu. Ya, ia mau bekerja keras demi menghidupiku dan Kyuhyun. Appa dan Umma? Mereka telah menetap di Jepang karena terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
* * *
Hari ini adalah hari Minggu. Aku telah bersiap bangun pagi hanya untuk mempersiapkan bekal makanan yang akan di bawa Leeteuk bekerja. Walaupun sebagian besar orang menganggap hari Minggu adalah hari libur ataupun hari untuk bersantai, namun tidak ada kamus semacam itu bagi Leeteuk. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk membiayai kuliah para dongsaengnya hingga lulus. Tak pernah kulihat ia menampilkan wajah yang lelah ataupun murung. Ia selalu mengajarkan kami agar tetap menikmati hidup sebagaimana mestinya. Ia terus memancarkan senyumnya, meskipun aku yakin bahwa ia telah mengalami kejenuhan maupun lelah yang luar biasa.
Bagaimana dengan Kyuhyun? Ia adalah tipe namja yang memiliki otak cukup cerdas. Berkat kecerdasannyalah ia berhasil di terima di Universitas paling terkenal se-Korea. Dan itu semua berkat beasiswa yang diterimanya 3 tahun lalu. Ia sangat baik pada semua orang. Tak salah lagi, jika banyak yeoja yang ingin dekat dengannya.
Lalu, bagaimana denganku? Aku adalah seorang gadis biasa yang merindukan kasih sayang dari seorang namja-chingu.
“annyeong dongsaeng!” tiba-tiba suara Kyuhyun memecahkan keheningan di pagi hari.
“annyeong oppa!”
‘deg!’ tepat saat aku memandang wajahnya, irama detakan jantungku berubah menjadi tak karuan. Aku hanya diam terpaku dan tetap memandang wajah Kyuhyun. Hingga suatu saat, tangan Kyuhyun menggerak-gerakkan tepat di depan mataku.
“dongsaeng? Gwenchana?” tanyanya bingung.
“anni” aku menggelengkan kepala, serta dengan cepat membuang muka darinya.
Apa yang terjadi padaku? Tidak mungkin aku menyukainya! Aku tidak boleh menyukai kakak kandungku sendiri! Itu semua hal yang sangat bodoh!
“dongsaeng? Kau terlihat pucat.. sebaiknya kau beristirahat! Aku akan menggantikan kau masak untuk bekal Hyung!” kata Kyuhyun sambil membelai rambutku.
“Andwe~!” aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
Bagaimana jadinya jika Kyuhyun yang menggantikanku memasak? Ia tak bisa memasak! Aku telah berulang kali mengajarkannya, namun tak pernah sekalipun ia berhasil memasaknya!
“aku akan membangunkan Hyung saja! Kau, teruskan saja memasaknya!” kata Kyuhyun lagi, lalu ia tak segan-segan untuk mencubit kedua pipiku.
Aku tak bisa bereaksi lagi, selain diam terpaku terpesona dengan senyumnya! Ketika melihat senyumnya, aku bagaikan terbawa menuju langit yang ke-7! Sungguh damai rasanya~!!
Drrrttt..drrrttt..
Tepat setelah aku selesai mempersiapkan bekal makanan, handphoneku bergetar. Ternyata benar, ada pesan dari sahabatku. Jin Ki.
From: Jin Ki
“annyeong~!! Maukah kau menemaniku untuk pergi ke taman hiburan??^^”
Walaupun umur Jin Ki lebih tua 2 tahun dariku, namun tingkahnya jauh lebih kekanak-kanakan sama seperti wajahnya. Ya! ia adalah sahabatku yang paling baik. Ia berusaha selalu ada untukku, meskipun aku tahu bahwa sangat banyak yeoja yang mengantri hanya untuk berjalan bersamanya. Ia bersedia menemaniku di saat aku senang maupun sedih. Ia selalu mengerti perasaanku. Hingga beberapa minggu yang lalu, ia menyatakan perasaannya padaku. Tentu saja aku sangat terkejut! Seseorang yang telah aku anggap sebagai sahabat yang paling dekat, diam-diam ia menyukaiku. Dengan perasaan yang cukup tidak mengenakkan, aku juga mengungkapkan perasaanku pada dia.
“Aku juga sangat menyayangimu Jin Ki, bahkan aku tak sanggup untuk jauh darimu! Namun aku tak mau, kisah persahabatan kita akan tercoreng hanya karena gagal membina hubungan cinta! Aku tak mau seperti itu, karena aku ingin persahabatan kita akan abadi selamanya!” mungkin itulah kata-kata yang ku ucapkan pada Jin Ki beberapa minggu yang lalu.
Yah, seperti yang aku duga Jin Ki menerima semua keputusanku. Ia berjanji akan tetap menjagaku, dan menemaniku saat keadaan apapun walaupun kita tak berpacaran. Aku sangat bersyukur karena dapat mengenal Jin Ki.
* * *
“Cho Kyuhyun, jaga baik-baik dongsaengmu saat Hyung bekerja! Jangan buat dirinya kesepian, apalagi bersedih! Kau sayang dengan So Ryie bukan?” kata Leeteuk sambil memegang bahu Kyuhyun erat-erat.
“Ne Hyung~! Aku akan menjaga dia baik-baik selama kau bekerja! Konsentrasikanlah pikiranmu pada pekerjaan, jangan pikirkan aku dan So Ryie! Kami akan baik-baik saja~!” jawab Kyuhyun dengan tersenyum lebar.
Setelah kulihat kedua lelaki itu berbicara secara serius, secara tiba-tiba Leeteuk menghampiriku.
“So Ryie, aku akan berangkat kerja~! Jika Kyuhyun bermacam-macam, jangan segan-segan untuk melapor kepadaku, arra?” kata Leeteuk dengan tersenyum sembari mengacak-acak poniku.
“Hahahahaha~ ne, Oppa!” jawabku tertawa riang sambil melirik Kyuhyun yang terlihat sedikit manyun.
“Oppa hati-hati ya~!” kataku sambil melambaikan tangan.
Kulihat Leeteuk membalas lambaian tanganku, lalu masuk ke dalam mobilnya.
Ntah mengapa perasaanku tak begitu enak. Ah, mungkin aku terlalu lelah karena menyiapkan bekal makanan untuk Leeteuk. Kuputuskan untuk kembali ke kamarku.
“So Ryie-ah!” panggil Kyuhyun dengan sedikit tergesa-gesa.
“mwo?” jawabku sambil membalikkan badan lalu menatap wajahnya.
‘deg!’ lagi-lagi, perasaan itu datang kembali~!
“aku ingin mengajakmu untuk pergi ke taman hiburan, kau mau?” tanyanya sangat antusias kepadaku.
Aku hanya mengangguk.
“Gomawo dongsaeng!!” tiba-tiba saja ia memeluk tubuhku erat-erat.
Aku hanya diam tak berkutik. Jantungku semakin lama semakin berdetak cepat dengan irama yang tak karuan. Ku harap Kyuhyun tidak mendengar suara detakan jantungku ini.
“So Ryie-ah, kenapa kau diam saja? Kau tidak senang? Atau jangan-jangan, kau sedang sakit?” perlahan ia melepaskan pelukannya.
“anni” jawabku sambil tersenyum simpul.
“aku hanya..hanya.. ah, aku akan bersiap terlebih dahulu~!” kataku sambil berlalu pergi.
Ku lihat samar-samar Kyuhyun Oppa menggeleng-gelengkan kepalanya. Mungkin ia merasa aneh terhadap kelakuanku akhir-akhir ini. Bukan hanya dia, namun aku juga merasakan ada hal aneh yang terjadi di diriku ini.
Cho Kyuhyun P.O.V
Ntah mengapa, aku merasa ada yang berbeda pada sosok Park So Ryie. Saat aku menyapanya, atau ia menatap wajahku, aku merasa sikapnya sangat berbeda dari biasanya. Apa yang sedang terjadi pada dirinya??
Aku tak mau memikirkannya lebih jauh, mungkin saja dia sedang mempunyai masalah. Toh, dia selalu menyembunyikan semua permasalahannya dariku.
“Oppa, aku sudah siap~!!”
Kulihat So Ryie mengenakan rok terusan berwarna putih dengan rambut hitam tergerai yang dipadukan dengan pita mungil berwarna kuning.
Sungguh, penampilan itu sangat berbeda dari biasanya! Ia terlihat sangat cantik dengan penampilannya yang sekarang.
“Oppa, kenapa melamun? Adakah yang salah dengan penampilanku? Sebaiknya aku akan mengganti baju ini,” kata So Ryie canggung.
“ah, anni~! Kau.. kau terlihat lebih cantik dari biasanya~!!” jawabku sambil tersenyum.
“Jinjja?” So Ryie terlihat sangat senang dengan pujianku tadi.
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum dan berusaha menggandeng tangannya.
Park So Ryie P.O.V
Mwo? Mengapa Kyuhyun menggandeng tangan kiriku?
Tidak So Ryie, kau tidak boleh berfikiran yang macam-macam. Ingat, dia kakak kandungmu! Itu semua hal yang wajar, seorang kakak lelaki menggandeng tangan adik perempuannya. Mungkin saja cara itu untuk menjaga sang adik dari hal-hal yang tidak di inginkan.
“Akhir-akhir ini, sepertinya kau sering melamun!” kata Kyuhyun sambil membuka pembicaraan lagi.
Aku hanya diam sambil tersenyum kecut.
“Apakah kau mempunyai masalah yang berat? Apakah kau mau berbagi denganku?” tanyanya lagi sambil menoleh ke arahku.
Aku hanya menunduk lesu.
“So Ryie-ah?” dia memanggil namaku lagi.
Aku masih berusaha untuk diam.
“aku..aku.. memiliki perasaan yang berbeda pada seorang pria!” jawabku tak bersemangat.
“mwo? Apa maksudmu? Kau? kau? menyukai seorang pria?” tanyanya seakan-akan tidak percaya dengan perkataanku.
“entahlah,,” jawabku singkat.
Dan setelah itu kami berdua hanya saling diam. Mungkin hanya mesin mobil yang kami tumpangi saja yang mengeluarkan suaranya.
Hingga lebih dari 30 menit, kami berdua masih saling menutup mulut. Dan tak terasa kami telah sampai ke tempat tujuan.
“Turunlah, kita sudah sampai~!!” Kyuhyun membuka suaranya lagi.
“ne” jawabku sambil mengangguk.
Kuputuskan untuk segera membuka pintu mobil, dan bergegas menuju taman hiburan tanpa menghiraukan bahwa aku telah meninggalkan Kyuhyun di tempat parkir.
“So Ryie-ah! Kau meninggalkanku!” teriak Kyuhyun sambil berlari kecil ke arahku.
“Mianhae Oppa, aku..aku.. aku tak bermaksud meninggalkanmu!” jawabku sambil menunduk.
“gwanchana, ayo! Kita mulai bersenang-senang~!” kata Kyuhyun sangat bersemangat.
Secara tak sadar, ia mulai menarik tanganku dan berlari ke arah pintu masuk. Ya, Kyuhyun terlihat seperti anak-anak yang sangat ingin bermain ke taman hiburan. Baru kali ini aku melihat Kyuhyun seriang ini.
“Aku tak mau mengecewakannya! Aku ingin menjadi adik perempuan yang baik untuknya, walaupun hanya hari ini~!” pikirku dalam hati.
“Apakah kau berani menaikinya dongsaeng?” tantang Kyuhyun sambil menunjuk sebuah roller coaster yang begitu menjulang tinggi.
Kulihat senyum sinis Kyuhyun terpancar dari wajahnya.
“Ne, aku berani~!” jawabku sambil menelan ludah.
Aku tak dapat memastikan bahwa aku benar-benar berani menaikinya. Aku hanya sekedar menyanggupi tantangan Kyuhyun tanpa berfikir lebih panjang. BABO!!
Tiba-tiba saja tanganku telah di tarik oleh Kyuhyun untuk menuju area permainan tersebut. Jantungku serasa berhenti berdetak, keringat dinginpun sudah mulai bercucuran. Aku ingin keluar dari area permainan ini, tetapi aku tidak mau di sebut pengecut hanya karena masalah sepele ini.
Ku tarik nafas panjang, dan ku keluarkan secara perlahan. Dengan langkah sedikit ragu, aku berusaha untuk tetap menaiki permainan tersebut.
“Kau pasti bisa So Ryie-ah! Semangat!!” kataku pelan.
“kau baik-baik saja kan? Wajahmu pucat! Kau takut untuk naik permainan ini?” tanya Kyuhyun yang telah duduk di sampingku, sepertinya ia sedikit mengkhawatirkanku.
“anniyo~!” jawabku tersenyum.
Mwo? Tanpa ku duga, tiba-tiba tangan Kyuhyun meraih tangan kiriku dan menggenggamnya secara erat.
“Dengan begini kau akan baik saja, percayalah padaku!!” kata Kyuhyun lagi, sambil menatapku secara dalam.
Aku hanya mengangguk pelan dan mengalihkan perhatiannya dari mataku.
Ku rasakan roller coaster yang ku tumpangi ini bergerak secara perlahan, hingga akhirnya melesat sangat cepat. Aku hanya dapat berteriak-teriak tanpa memperhatikan reaksi sekelilingku. Perutku mulai mual, aku benar-benar tak tahan! Aku ingin segera turun! Namun, lagi-lagi tangan Kyuhyun masih memegang tangan kiriku dengan sangat erat….
Sekilas, kulihat Kyuhyun memandangi tingkahku dengan sedikit tersenyum.. Namun tak kuhiraukan lagi tatapannya itu!! Aku hanya ingin segera turun dari tempat yang paling mengerikan ini!
* * *
“menyenangkan bukan?” tanya Kyuhyun sambil menggandengku keluar dari area permainan roller coaster.
Aku hanya diam sambil mengerucutkan bibirku.
“Hahahaha.. mianhae dongsaeng, aku hanya mementingkan keinginanku tanpa memikirkanmu!!” kata Kyuhyun dengan sedikit menyesal.
Aku tersenyum simpul.
“gwenchana oppa^^” jawabku.
“tunggu di sini, aku akan kembali secepatnya~!” kata Kyuhyun sambil sedikit berlari meninggalkanku.
“ne”
10 menit.. 15 menit.. 30 menit..
Kyuhyun tak kunjung datang.
‘Kemana dia? Apakah ia meninggalkanku sendiri di tempat ini??’
Ya!! Ku coba untuk lebih bersabar.
Dddrrrtt..ddddrrrrttt..
Ternyata Kyuhyun memberikan sebuah pesan singkat.
Kutarik nafas panjang-panjang,,
“huuuuuuffffttttt.. mungkin ia menyuruhku untuk pulang sendiri~!”
From: Kyuhyun Oppa:)
“Dongsaeng!! Berjalanlah ke depan kira-kira 15 langkah^^”
Ya, aku menuruti apa yang telah di katakan Kyuhyun di pesan itu.
Selangkah…
Lima langkah..
Sepuluh langkah..
Lima belas langkah..
Dan..
Aku hanya menemukan kertas kumal tepat berada di dekat sepatuku.
Ku buka kertas itu pelan-pelan..
I stay up for many nights..
when the starlight becomes rain..
That doesn’t stop like my tears..
Remember that i loved you..
Don’t leave me, my collapsed heart..
Don’t leave me alone..
All I wanted was simply to give you an endless love..
I am writing your name on a paper and forever kept it in my heart
From that day I only realized that I will only loved you forever
Aku hanya dapat terkaget-kaget setelah membaca tulisan itu..
Ku pandangi satu per satu orang yang ada di sekitarku.
Mungkin hanya kebetulan!
Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahuku dari belakang.
‘deg!’ detakan jantungku mulai tak terkontrol.
Sekalipun aku belum pernah di beri puisi seindah ini.. Apa benar itu untukku??
‘hahaha.. jangan berkhayal kau So Ryie-ah! Mana ada seorang namja yang akan memberimu puisi seindah itu?? Babo!’ pikirku, sambil memukul pelan kepalaku.
Tiba-tiba ku lihat sebuah mawar putih tepat berada di depanku. Sepertinya benda itu muncul dari belakang tubuhku.
‘So Ryie-ah! Jangan berhalusinasi! Sebaiknya kau pulang! Mungkin ini adalah efek samping dari permainan roller coaster yang memuakkan itu!’ kataku dalam hati.
Ku putuskan untuk membalik badanku..
Aku diam terpaku tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Aku hanya dapat membelalakkan mataku sambil menunjuk seseorang itu.
“Oppa~! Mengapa kau di sini? Dimana Kyuhyun Oppa??”
–TBC–
waaaaahh~ akhirnya author memberanikan diri untuk mempublish FFnya~ XD
Sangat di tunggu komentarnya!! XD mian jika jelek dan tak sesuai dengan yang di harapkan.. :p maaf jika konfliknya belum kuat, karena disini lebih ke pengenalan tokoh^^
DONT BE SILENT READERS!! >.<
Filed under: SHINee, Super Junior Tagged: | Fanfiction





Aku ska bgt…
Part 2ny tag k aku y…
G sbar nie…
Gomawo yah^^ di tunggu aja deh:))