Anneyong haseyo pembaca setia…^__^
Ehmm.. Ehmm.. saiia Author baru di sini.. hehehe *plakk!! huft..malah promosi diri*
hehehe
Judul na Sentence Delayed..
Ini terinspirasi dari cerita nyata pengalaman seorang teman waktu SMA .. #abaikan..hehehe
*huahh..banyak ngomong neh author*
Okayy.. kita mulai jjah ya.. ^__^
Oh ya.. jangan lupa di koment yahh..
)
Title : Sentence Delayed
Cast : ☺ You (Reader) as Yoon Eun Hye
☺Cho Kyu Hyun’s SJ as Cho Kyu Hyun
☺Son Ye Jin as Son Ye Jin (Kyu Hyun’sister)
☺Kim Ryewook’ SJ as Ryewook (Librarian)
Genre : Sad Romance
Length : Oneshot
***********************************************************************************************************
“Biiippp..Biiippp..Biiippp….”
Hp ku bergetar sesaat setelah bel tanda istirahat terdengar. Ada sebuah SMS dari Kyu Hyun.
Kyu Hyun adalah seorang namja manis yang sejak 11 bulan yang lalu mengisi hatiku. Yap!! Kami berpacaran ^_^. ~~ Kami seumuran,, satu sekolahan namun berbeda kelas. KyuHyun merupakan namja yang sangat populer di SMA tempat q menggali ilmu, SMA ShinHwa. Tak sedikit siswi di sekolah ini yang menyukai dia.. Terang saja…Pesonanya selalu menghipnotis setiap yeoja yang melihatnya. Apalagi kalau dia lagi bermain basket.. Ya ampuuunnn.. Cakep na ga ketulungan deh..♥_♥
Huahhh~~ menjadi kekasihnya membuat aku merasa sebagai yeoja yang paling beruntung di dunia ini, sekaligus menjadi yeoja yang paling sabar imannya…hehe
)~~ Maklumlah.. yeoja-yeoja yang mengelilingi Namjachingu ku itu lumayan banyak.. jadi tak ada kata CEMBURU dalam kamus ku..hehehe~~
==[Sekedar perkenalan, Joneun Eun Hye imnida. Umur ku 17 tahun]==
Back to story…
Tak sabar aku membuka pesan itu…Aku bahagia sekali…Karena sudah 2 hari ini dia tidak memberi kabar, tidak menelepon, tidak mengirim SMS bahkan tidak membalas satupun email ku.. Ini merupakan SMS pertamanya setelah 2 hari menghilang bak ditelan bumi…
“Akhirnya……” Batinku sambil tersenyum.
Cepat-cepat ku tekan tombol “Read”..
SMSnya berbunyi :
“ Eun Hye, kalau ada waktu, kita bertemu di perpustakaan sekarang. Ada yang ingin aku katakan. Aku menunggumu. “.
Sedikit aneh, karena biasanya jika ingin bertemu, dia akan langsung menuju kelasku. Kuabaikan semua pikiran-pikiran itu. Segera aku rapikan buku-bukuku kemudian memasukkannya ke dalam tas. Aku pun keluar kelas menuju perpustakaan yang letaknya di lantai 5.
** ** **
Sampailah aku di depan pintu perpustakaan SMA ShinHwa. Aku memasuki ruang perpustakaan. Suasana nampak sepi, hanya ada beberapa orang saja sedang asyik membaca. Ku sapa salah satu petugas perpustakaan itu..
“ Annyong haseyo, Oppa “.
Pria berkemeja biru itu membalasku dengan senyumnya.. aku tahu betul arti senyumnya itu.. senyum jenis ini sering aku lihat ketika ada sesuatu yang oppa sembunyikan dariku..
Oppa yang sekarang yang sedang berdiri di hadapanku ini bernama Kim Ryewook,, seorang Pegawai perpustakaan di sekolah kami yang juga merupakan tetangga di apartemen tempat ku tinggal. Dia kuanggap seperti keluargaku sendiri,,bahkan sudah seperti orang tua ku (*appa dan umma q tinggal di luar kota).
“ Yaa.. Eun Hye , mimpi apa kau semalam, hari ini ke perpustakaan?” Katanya menggodaku.
“ Ingin membaca? Atau ingin berpacaran?” Sambungnya lagi..
Aku memanyunkan bibirku. “Aisshh,, Oppa, jangan menggodaku”.
“Haha.. Heii.. Tuh Kyu Hyun ada di deretan buku Biologi. Cepatlah kau temui dia. Kajja !!” Ryewook Oppa terkekeh melihat respon ku.
“Huh.. Oppaaa.. aku tidak ingin bercanda sekarang.. ” Rengek Ku.
Ryewook Oppa tertawa lagi. “Hahaha.. jangan pasang tampang seperti itu.. jelek skali…Ya sudah,, sana…temui dia”.
“Ne…Ne..Kamsahamnida,Ryewook Oppa.” Kata ku sambil tersenyum paksa.
Aku langsung menuju tempat yang disebutkan Ryewook Oppa. Di sana ku lihat Kyu Hyun sedang berdiri bersandar pada salah satu rak buku dengan sebuah buku Biologi di tangannya. Rautnya sedikit dingin.
Ketika menyadari kedatanganku, dia cuma memandangku sebentar kemudian menunduk lagi. Ku beranikan diri mendekatinya.
“Eun Hye.. Kamu sudah datang?” Sapanya pada ku, dia masih saja menunduk, pandangannya masih tertuju pada buku yang dipegangnya.
“Kyu Hyun shi, kemana saja kamu selama 2 hari ini?” Kata ku sedikit kesal.
“ kenapa tidak mengabari aku?” tanyaku lagi.
Kyu Hyun tetap terdiam.
“Yaaa,, Kyu Hyun shi..!! kenapa tidak menjawab pertanyaanku?” Aku semakin kesal. Memang seperti inilah dia, satu-satunya hal yang tidak diketahui orang lain, bahwa sebenarnya dia adalah anak yang sangat pendiam.
KyuHyun menoleh ke arahku. Dia menutup buku yang dipegangnya kemudian meletakkannya pada rak buku.
“Mianhae Eun Hye.. Mianhaeyo.. Akhir-akhir ini aku sibuk dengan tim basketku.” Katanya sambil tersenyum.
Namun,, rasanya ada yang beda..wajahnya tampak pucat dari biasanya. Ku pandangi wajahnya..sungguh, aku sangat merindukannya.. 2 hari tak bertemu dengannya membuatku hampir gila. Sedikit lega mendengar dia berbicara, setidaknya aku tahu alasan kenapa dia menghindar dariku.
“Hmm, begitu ya.. lalu ada apa kamu memanggilku ke sini?” Kataku sambil tersenyum.
“ Eun Hye shi..” panggilnya.
“Ne..” Jawabku sambil menatap wajahnya.
“ Kita… Kita putus saja…” Katanya dengan sangat dingin.
Aku kaget mendengarnya. Tidak percaya…
“Mwo??? Putus??? Aku tak mau putus???” Aku berkata dalam hati..sungguh terasa berat mengatakan kata TIDAK.
Aku memberanikan diri bertanya padanya.
“Pu..Putus?? Kyu Hyun shi..Apa maksudmu?” Kalimatku terbata-bata.
“ Aku ingin kita putus.. Aku ingin mengakiri hubungan ini.” Jelasnya mantap.
“Waeyo ?? Kenapa kita harus putus?” Tanyaku. Air mata ku sudah hampir tumpah.. Segera ku dongakkan kepalaku agar airmata tidak jatuh dari kelopak mataku.
“ Apa ada yang salah denganku??” dadaku terasa sesak sesaat setelah mengatakan kalimat ini.
“Aniyo.. Tidak ada yang salah dengan mu…Hanya saja..Hanya saja Aku mencintai gadis lain”. Jawabnya.
Kakiku lemas seketika, aku bersandar pada tembok yang ada di belakangku. Mau pingsan rasanya mendengar kalimatnya itu.
“Mwo?? Tapi.. bukannya kamu bilang kalau…“ Kalimatku langsung dipotong olehnya.
“Itu semua bohong..” Sergahnya.
“Mwo???” Aku benar-benar tidak percaya dengan kalimat yang ku dengar.
“ Mianhae Eun Hye.. Aku tidak mencintaimu. Yang kusuka bukan kamu…”.
Aku menutup telingaku. Sumpah, aku tak mau mendengarnya. Air mataku tumpah saat itu juga. Sakit sekali rasanya.
“Kyu Hyun shi.. kamu tega sekali..!!” Kataku pelan disela-sela tangis ku.
“Joengmal mianhae…Kita.. sudah seharusnya seperti ini..” Katanya seraya pergi meninggalkanku di situ.
Aku menangis sambil menatap punggung Kyu Hyun hingga dia menghilang dari pandanganku.. Aku tumpahkan semua rasa sesak itu.. Sakit..Sakit sekali…
Aku berlari keluar mengejarnya, tak peduli semua mata yang ada di ruangan itu memandangku aneh.. kusisir semua koridor yang ada di lantai 5.. Ku lihat ke sisi kiri dan kanan..tak ada orang.. Sia-sia.. Orang yang aku cari tidak kutemukan. Dia pergi dan tidak menghiraukan aku..
“Kyu Hyun… Kamu dimana??” Batin ku.
** ** **
Seminggu setelah kejadian itu, aku tak pernah bertemu lagi dengannya. Rumahnya pun tampak sepi. Yah..sesekali aku pergi ke rumahnya, tepatnya secara sembunyi-sembunyi sewaktu pulang sekolah.. Hasilnya nihil…
Seminggu kemudian baru aku ketahui dari tetangganya, kalau keluarganya kini telah pindah ke China, ke tempat kelahiran ayahnya, Han Kyung.
Hahh ~~ T.T malang sekali nasibku ini.. Rasanya seperti waktu berputar cepat sekali, rasanya sangat tidak adil, rasanya cuma sebentar saja aku merasakan indahnya punya seorang pacar. Apalagi Dia adalah cheosbeonjjae namjachingu dalam kehidupan ku. Dengannya aku bisa tahu rasanya mencintai dan dicintai itu seperti apa . Kejadian ini membuat aku seperti orang terbabo yang pernah ada di muka bumi. Mungkin ini rasanya kalau patah hati. Sakit sekali, seakan kita kehilangan gairah hidup. Nilaiku anjlok, Kursus pianoku acak-acakan, Beasiswa ku dicabut setelah gagal dalam olimpiade fisika. Arrggghhh… kacau..Hidupku benar-benar kacau…
Aku menyadari tentang keadaan ini. Tidak ada gunanya juga hidup seperti orang babo.. Pelan-pelan aku menerima semua kenyataan, dan berusaha membawa diriku ke realita hidupku sekarang. Memang tak ada gunanya menyesali semua yang terjadi, mengeluh dengan kenyataan yang ada. Aku berusaha mengembalikan hidupku seperti yang dulu. Dalam hatiku terus berharap, suatu saat aku akan bertemu kembali dengan KyuHyun. Walaupun dalam keadaan yang sudah berbeda, aku akan sangat merasa bahagia jika masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan namja itu..
Yaahh.. KyuHyun.. walaupun dia tak ada di sini, tapi tak apalah.. masih ada perasaan cinta ini untuknya.. itu sudah cukup untukku =.=
Ujian kelulusan tinggal 2 bulan lagi… Aku berusaha melakukan yang terbaik, sehingga bisa menebus semua kegagalanku ini..
** ** **
3 Bulan kemudian……..
Malam ini, tiba-tiba saja teringat pada KyuHyun.. Sosok yang sangat ku cintai.. Aku keluar menuju taman yang ada di tengah-tengah apartemen, berusaha menghadirkan kembali ingatan tentang Kyu Hyun. Aku duduk di salah satu bangku di taman itu. Ku tarik nafas dalam-dalam.. Ku pandangi bulan di langit hitam sana. Bentuknya indah, terang sekali sinarnya.. sayangnya,, berbeda dengan suasana hatiku saat ini =.=
Hari ini…Aku lulus dari SMA ShinHwa dengan nilai yang memuaskan. Ini merupakan tiket menuju Universitas ShinHwa, salah satu Universitas ternama di Seoul… Akhirnya yang aku cita-citakan tercapai juga.. Aku diterima di Fakultas Kedokteran Universitas ShinHwa… (*hebat,kan?? hehehe)
Seharusnya… aku bisa bahagia dengan apa yang sudah aku raih saat ini.. Hajiman.. terasa ada yang kurang.. biasanya ada yang menyemangati aku dalam lomba olimpiade Fisika ataupun Biologi.. dan bisa tertawa bersamaku saat aku mendapat piala kemenangan… Seperti saat ini,,harusnya ada namja itu disini..
Huahhh.. aku menangis, ketika hatiku menyebut namanya…
“ Kyu Hyun shi.. Apa kau mendengar ku?? Aku lulus dan akan melanjutkan kuliahku di Universitas ShinHwa..” Kataku dalam hati, berharap KyuHyun mendengarku.
Tapi sia-sia.. Dia tak ada di sini..
“ KyuHyun… Aku tak peduli kamu bisa mendengarkanku atau tidak. Jika kamu ada disini,saat ini.. aku hanya ingin bilang.. sekarang aku resmi menjadi mahasiswi Universitas ShinHwa” Kataku pelan..
Aku menangis saat itu juga.. Seandainya saja dia mendengarkanku…
** ** **
4 pun tahun berlalu…….
Seperti biasa, pagi itu aku bersiap-siap untuk berangkat ke Rumah Sakit tempat aku bekerja. Kuperiksa kembali penampilanku di depan cermin.
“Ok. Saatnya berangkat..!!” Seru ku dengan semangat.
Baru saja aku keluar dari kamarku, tiba-tiba bel rumah ku berbunyi. Dan ketika aku membuka pintu….
“ Eonni…!!!” Aku benar-benar kaget melihat seorang yeoja cantik yang berdiri di depan ku. Aku mengenalnya. Dia adalah Ye Jin, kakak kandung Kyu Hyun. Yah,, aku ingat. Dia nampak lebih cantik dan terlihat dewasa.
“Annyong haseyo,shaeng”. Ye Jin Eonni tersenyum padaku.
“ Eoonniii….” Aku langsung memeluk Eonni dengan eratnya.
“Ahh.. Sudah lama sekali…Apa kabar,Eun Hye??” Eonni bertanya sesaat setelah aku melepaskan pelukanku.
“ Aku baik-baik saja,Eonni.” Jawabku.
“Ohh.. Aku rindu sekali.. ” tambah ku.
Ye Jin eonni memegang tangan ku.
“ Tidak terasa sudah lama sekali kita tidak bertemu.. kamu makin cantik sekarang. Dengar-dengar, katanya kamu sudah menjadi dokter.. Jeongmal?”
“Ne,, Eonni..ini tahun pertama ku menjadi Dokter” Jawabku.
“Baguslah.. lihat,, uri dr. Eun Hye Yoon, caaantik sekali!! ” Kata Eonni menggodaku.
“Eonniiii… “ Aku tersipu malu.
“Justru Eonni yang makin cantik”. kata ku dengan cepat…
Tiba-tiba saja.. pikiranku tertuju pada Kyuhyun..
“Ehmmm.. Eonni..Bagimana kabar Kyu Hyun?” Tanyaku pada Eonni, sedikit malu-malu.
Eonni tampak kaget mendengar pertanyaanku. Buru-buru dia menarik tanganku. Kemudian dia tersenyum.
“Eun Hye shi, bukankah kamu harus ke RS sekarang? Cepatlah berangkat..!! Kalau ada waktu, nanti malam boleh kan kita bertemu? Ada sesuatu yang ingin Eonni katakan”. Raut wajah Oeni sedikit berubah.
“Ne Eonni” jawabku sedikit heran dengan respon Ye Jin Eonni.
“Ok, nanti Kabari Oeni ya”. Katanya setelah kami saling menukar nomor Hp.
Eonni pamit dan pergi. Aku masih terpaku di tempat. Aku sedikit memutar otakku. Rasanya ada yang aneh dengan Eonni. Muncul pertanyaan dalam hatiku :
“Kenapa Eonni tidak menjawab pertanyaanku tentang KyuHyun,ya?”
** ** **
Malam itu setelah pulang dari RS, aku langsung menuju sebuah Caffe yang letaknya dekat dengan RS tempat aku bekerja. Rupanya Eonni sudah menunggu di sana. Eonni melambaikan tangannya ketika melihat kehadiranku. Aku membalasnya dengan tersenyum.
“Mianhae Eonni, sedikit terlambat. Tadi banyak pasien yang datang.”
“Tak apa. Aku juga baru saja sampai. Kajja,, duduk.” Kata Eonni mempersilahkan aku duduk.
“ Dongshaeng, kamu mau pesan apa?” Tanyanya lagi
“Ahh,, Aniyo.. tidak usah repot-repot Eonni.. nanti saja. Kebetulan tadi sore sudah makan” Jawabku.
“Eonni… Ada apa?? Apa yang ingin Eonni katakan? Aku sangat penasaran.” Tambahku lagi.
Eonni tersenyum padaku, kemudian dia mengambil sebuah bingkisan dari dalam tasnya.
“Eun Hye.. Sudah lama sekali aku ingin memberikan ini.” Eonni menarik nafas sebentar kemudian menunduk. Raut wajahnya tampak sedih. Aku makin penasaran.
“Eonni.. apa ini??” Tanya ku.
“Ini untukku?” tanya ku lagi.
Eonni menangis.. Namun buru-buru dia menyeka air matanya itu.
“Oo.. Eonni…. Eonni baik-baik saja kan?”Tanyaku sedikit panik.
“Ne.. Gwaenchana..Eonni tidak apa-apa” Katanya dengan senyum yang dipaksakan, terlihat jelas sekali kalau Ia menyembunyikan sesuatu.
“Eun Hye shi… bingkisan ini dari KyuHyun”. Jelasnya.
“ Da.. Dari KyuHyun?” Kataku terbata-bata.
“ Ini, ambilah…” Katanya sambil memberikan bingkisan itu.
Aku meraihnya dari tangan Eonni. Bisa kurasakan bahwa tangan Ye Jin Eonni gemetar.
“Eonni.. kamsahamnida.. “ Kataku sambil sedikit membungkuk.
Eonni menangis lagi, kali ini dibiarkan saja titik-titik air mata itu jatuh ke pipinya.
Aku melihatnya bingung. Ye Jin Eonni menatapku dalam dengan matanya yang masih berkaca-kaca.
“ Ini pesannya sebelum dia pergi”. Tambahnya.
“Pergi..?? Apa maksudnya?” Tanyaku heran.
“Kyu Hyun..Dia.. Dia.. Dia sudah meninggal..Dokter tidak bisa menyelamatkannya..”. Eonni tidak dapat menahan airmatanya.
“Apa?? Dia.. KyuHyun sudah meninggal??” Benar-benar Syok dengan pengakuan Eonni..
Aku tak percaya. Ini…apa ini benar?? Sungguh diluar dugaanku. Kupererat lagi genggamanku pada bingkisan itu.
“Eun Hye shi.. aku harap kamu mau mengikhlaskannya. Dongshaeng ku meninggal 4 tahun yang lalu. Dia.. menderita Kanker otak.” Jelas Eonni berusaha menenangkanku.
Mataku terbelalak saat mendengar itu. Aku benar-benar kehilangan kata-kata, lidahku terasa kaku, dadaku sesak…
Aku menangis sejadi-jadinya… Aku melampiaskan semuanya pada pelukan Ye Jin Eonni.
“Eun Hye.. sabarlah… jangan menangis lagi.”. Katanya sambil mengelus punggungku.
“Andwae..!!..Annnddwaeee…!!!”
Kyu Hyun shi…!!!” Aku memeluk Eonni. Pelukanku makin erat tiap kali aku memanggil nama KyuHyun.
** ** **
Di Apartemen ku…..
Aku memandang bingkisan itu. Kuseka air mataku dengan punggung tanganku, lalu kubuka bingkisan itu perlahan. Ada sebuah Jepit rambut berwarna pink di dalamnya. Sepertinya aku kenal dengan benda ini. Ingatanku kembali menuju 5 tahun yang lalu.
“Ya,, Aku ingat sekarang!” gumamku dalam hati.
Waktu itu pada hari minggu tepatnya saat Kyu Hyun mengajakku berkencan [Itu kencan pertama kami]. Dia membeli sebuah jepit rambut berwarna pink. Aneh rasanya, kenapa dia membeli jepit pink ini. Entah jepit itu untuk siapa, akupun tak mengerti.
Flash Back....
“Kyu Hyun shi..!! Kenapa kau membeli jepit ini?” tanyaku padanya saat itu
Yang ditanya malah balas tersenyum pada ku.
“ Ini untuk siapa? Apa untukku? ” tanya ku dengan sedikit mengernyitkan dahi.
“ Hahahaha..” Dia tertawa..
“ Yaaa.. Eun Hye,mana mungkin ini untukmu” sambungnya lagi sambil menatapku dari kepala sampai ujung kaki.
“Waeyo?? Kenapa kamu memandangku seperti itu? Apa ada yang aneh?” tanyaku sedikit gusar. Ku perhatikan kembali penampilanku.. rambut Ok,, Pakaian Ok,, sepatu jg Ok.. perasaan semua Ok. aiiggoo.. aku benar-benar heran dengan tingkah namja ini.
“ Heii.. Lihat dirimu.. apa jepit ini cocok untukmu?” jawabnya. Senyum evil tersungging di sana.
“Jiaa.. Huhh..” Aku memanyunkan mulutku..
“Ne.. arasoo.. arasoo..” kata ku kesal.
Kyu Hyun malah tersenyum lalu mengacak-acak poni ku.
Deg!! Deg!!… Senyumnya manis sekali.. Hati ku langsung luluh.
“Kajja.. Filmya sudah mau mulai” Katanya sambil menarik tanganku..
End Flash Back…
Ingatanku berhenti sampai di situ. Aku menghela nafasku.. Aku mulai menangis lagi.. Lalu.. Pandangan ku tertuju pada sepucuk surat di dalam bingkisan itu.
“Surat..??” Kataku pelan.
Segera ku ambil dan ku baca.. Surat dari Kyu Hyun… Ya, surat ini untukku…
Beijing, 25 Mei 2008
Eun Hye..
apa kabar?? Mianhae meninggalkanmu begitu saja. Ku harap kamu mau mendengarkanku.
Aku bahagia sekali saat kamu juga menerima pernyataan cintaku. Saat itu yang ada dalam hatiku cuma Eun Hye seorang. Aku merasa sangat beruntung memilikimu, walaupun kamu tomboi dan sedikit agak kasar. Semua tidak masalah bagiku. Eun Hye satu-satunya yeoja yang bisa buat hatiku berdegup kencang sekali. Hajiman,, Rasanya baru sebentar saja bahagia itu ada. Aku sangat sedih begitu tahu aku menderita Kanker Otak. Dan yang lebih menyedihkan ketika tahu umurku tinggal 2 bulan lagi. Aku bingung, aku takut menyakitimu. Aku takut kamu membenciku, karena tak bisa menemanimu lebih lama lagi. Akhirnya aku putuskan untuk mengakhiri hubungan kita. Aku beranikan diri untuk membohongi diriku sendiri. Semua yang kukatakan saat itu bohong.. aku baru sadar sekarang kalau kalimatku itu melukai hatimu juga hatiku..
Mianhae Eun Hye.. Joengmal mianhae…
Oh ya,, aku mau tahu..apa kamu masih tomboi seperti dulu? Atau sudah berubah menjadi yeoja yang cantik dan anggun? Masalah jepit itu..Kamu penasaran bukan? Itu untukmu… Ku harap kamu mau memakai jepit rambut itu..
Eun Hye… mungkin ini sudah sangat terlambat.. Mungkin ketika kamu membaca surat ini, aku sudah tidak ada di sini… Satu hal yang harus kamu tahu.. Aku sangat mencintaimu.
Saranghaeyo… Eun Hye…
Kyu Hyun
Aku menangis lagi, kali ini lebih hebat dari sebelumnya..Aku kehilangan kendali.. Di pikiran ku saat ini adalah Menangis sepuasnya!!
“Kyu Hyun shi…!!!” Aku berteriak memanggil namanya..Berusaha menghadirkan kembali bayangannya. Aku biarkan diriku mengeluarkan semua yang mengganjal hatiku..
“Kyu Hyun shi… apa kamu mendengarku? Aku sangat marah padamu.. Ini kah alasan mu? Kenapa kamu meninggalkanku dengan cara seperti ini? Kenapa kamu membohongiku?”
“Apa kamu tahu selama ini aku masih menunggumu?” Lanjutku lagi.
“Kyu Hyun shi.. Naddo Saranghae..”
Aku menangis makin keras, kupererat genggamanku pada jepit itu. Dalam hati, aku terus mengucapkan kalimat itu :
“ Naddo Saranghae,Kyu Hyun..” Ku ucapkan lagi, lagi dan berulang-ulang..
Kyu Hyun adalah namja yang sangat aku cintai.. dia sudah pergi di tempat dimana aku tidak bisa menggapainya..
Kyuh Hyun memang telah pergi, namun satu hal yang bisa aku rasakan sekarang ialah ingatan tentangnya tidak akan pernah hilang… Dia akan tetap ada di sini.. Di Hatiku… Selamanya…
THE END
Mianhae yahh kalo ceritanya kurang menarik..
saiia minta koment na yahh.. kritik n saran na jg saiia terima.. Kumawo ^__^
By : bibihgyu07
Filed under: FF ( FanFiction ), Super Junior Tagged: | FF





FF.na kerend..
Kyu.na mati *lagi (?) T__T
Sering2 aja ngepost FF.. XD
Tapi ngepost brita jg jand lupa ya..
Hahaha
Gomawo!^^
kumawo.. kumawo.. kumawo.. hehehe^^
Ok deh..ciieebb!!
skali lagi kumawo y..
wow.. cerita yg bikin air mata tumpah!!!
i really love kyuhyun forever
Hi Kyuhna chingu.. kumawo yah udah mau baca ff q..hehe
)
sering2 yah maen ke wp kami^_^
skali lg kumawo
Aaaaaaa .. Baguss bangett ,chinguu ..
Cocok kalo lg mellow2 ..
Aaaaaa …
hehehe.. gomawo y chingu.. mkch udah mampir ^^
bagus bangett!!!
baru kali ini baca ff kayak gini!!
bagus!!!
mkcihh,, gomawo,, chingu..
sering2 yahh maen ke sini..hehe
ff nya kreeeeeen banget, tapi sad ending, jadi sedih bacanya , hahaha nanti bikin yang happy ending dong ya ,
Hwaiting
hehehe.. kumawo,chingu..
okokokok.. ditunggu jja deh.. nanti mampir ke sini lg yahh..
pasti chingu ~~